Liputan6.com, Jakarta – Walau cocok dipakai banyak orang, namun sebuah produk perawatan kulit nyatanya memiliki reaksi berbeda bagi tiap individu. Karenanya, Anda harus waspada terhadap tanda kulit yang malah jadi rusak karena beauty routine tertentu.

Daripada nantin justru makin parah dan butuh waktu panjang untuk mengembalikan keadaan kulit Anda, sebaiknya setop pemakaian produk sesegera mungkin. Dilansir dari newbeauty.com, Jumat, 25 Januari 2019, berikut beberapa tanda rutinitas perawatan yang dilakukan justru merusak kulit. 

Kulit bengkak, kemerahan, dan gatal-gatal 

Penyebab paling umum dari dermatitis kontak alergi adalah aroma dan pengawet. Reaksi kulit terkena alergen ini berupa pembengkakan, kemerahan, dan gatal-gatal. Lantaran memerlukan waktu lama untuk pulih, sebaiknya hentikan pemakain produk kalau tanda ini sudah muncul.

Kulit jadi lebih kering cenderung mengelupas

Kandungan sabun di pembersih dapat menyebabkan kekeringan dan kulit mengelupas. Jadi, periksa lagi apakah pembersih Anda sudah bebas dari sabun atau belum.

Mengalami milia, pori-pori membesar, dan jerawat

Tanda kulit rusak lainnya dapat disebabkan dari sifat oklusif beberapa produk seperti memblokir pori-pori. Produk ini dapat meningkatkan produksi minyak, kista putih kecil yang disebut milia, dan peningkatan munculnya jerawat, serta rosacea.

Kondisi rosacea makin buruk

Penggunaan retinol dengan kadar terlalu kuat dapat memperburuk kondisi rosacea. Asam glikolat juga dapat mengiritasi kulit sensitif. Cara terbaik untuk menghindari hal-hal di atas adalah dengan riset sebelum membeli.

Perhatikan bahan-bahan yang terkandung di dalam produk yang akan digunakan dan pertimbangkan reaksi alergi atau efek samping dari penggunaan produk tersebut dalam rutinitas perawatan kulit Anda.

Saksikan video pilihan di bawah ini: