Pekanbaru – Perusahaan agen perjalanan di Provinsi Riau kini mulai beralih menawarkan layanan wisata dengan perjalanan darat akibat tiket pesawat rute Pekanbaru terlalu mahal.

“Karena tiket pesawat mahal, kita antisipasi dengan lebih banyak tawarkan paket wisata dengan perjalanan darat,” kata Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Provinsi Riau, Dede Firmansyah, Kamis (24/1/2019), dilansir Antara.

Paket wisata seperti ke Provinsi Sumatera Barat dan Sumatera Selatan yang sebelumnya menggunakan pesawat terbang, kini dialihkan dengan menggunakan bus wisata.

Ia mengatakan, sesama anggota ASITA yang berbeda provinsi saling bekerja sama agar bisa mendapat harga yang jauh lebih murah ketimbang biaya naik pesawat. “Tentu saja bus wisatanya tetap mengutamakan kenyamanan,” katanya.

Sebelumnya, sebanyak 168 perusahaan agen perjalanan anggota ASITA Riau sempat menggelar aksi mogok dengan berhenti menjual tiket pesawat rute domestik selama seminggu lamanya sejak 16 Januari 2019. Aksi protes terhadap kebijakan tiket pesawat mahal itu baru berakhir pada Rabu, 23 Januari 2019.

Dede mengatakan anggota ASITA Riau tetap menawarkan tiket pesawat meski harganya terlalu tinggi untuk kondisi sekarang yang sedang sepi peminat (low season).

2 dari 2 halaman

Tak Ada Harga Promo

Boeing 737 MAX-8 pertama di Indonesia yang dioperasikan oleh Lion Air.

Harga tiket Lion Air Pekanbaru-Jakarta hingga minggu depan masih bertahan di harga sekitar Rp 1 juta per orang, dan sejak Idul Fitri tahun 2018 maskapai itu tidak pernah menawarkan harga promo. Maskapai Citilink membandrol harga sekitar Rp 1 juta, Batik Air dan Garuda Indonesia sekitar Rp 1,3 juta per orang.

“Mulai hari Rabu ini kita mulai menjual tiket domestik lagi, karena kita juga harus mempertimbangkan kelangsungan usaha anggota-anggota,” katanya.

Untuk ke depan, ASITA Riau juga akan terus menyuarakan aspirasi pengusaha daerah ke pengurus ASITA pusat agar ikut turun tangan mencari solusi terbaik untuk masalah ini.

Ia mengakui hingga kini belum ada solusi konkret, namun setidaknya ada kesadaran dari pihak maskapai untuk mempertimbangkan lagi dampak-dampak buruk dari kebijakan kenaikan tarif kepada bisnis agen perjalanan, bandara, penitipan barang dan logistik di Riau.

“Seharusnya kalau saat low season seperti ini maskapai buka dong harga promo. Ini sepertinya mereka tetap bertahan di harga mahal supaya tidak merugi,” katanya.

Saksikan video pilihan berikut ini: