Liputan6.com, Jakarta – Siapa yang menyangka, anak berusia 10 tahun bisa menerbitkan buku masaknya sendiri. Itulah yang dilakukan Leah Choy, koki cilik asal Malaysia yang berhasil buku memasaknya. Peluncuran bukunya diadakan di showroom Nobilia Indonesia, Mal Gandaria City, Kebayoran, Jakarta Selatan, Sabtu, 26 Januari 2019.

Buku memasaknya yang berjudul Chef Leah with a Big Heart ini berisi kisah Leah Choy dan hobi memanggangnya. Tak hanya itu, beberapa resep membuat kue juga dituliskan dalam buku ini.

Leah bukanlah kontestan kompetisi memasak apapun. Ia hanyalah seorang anak kecil yang senang memanggang. Kisahnya dimulai kala hatinya tergerak untuk membantu sang adik, Adele yang mengalami kerusakan otak lima tahun yang lalu.

Leah ingin mengumpulkan uang dengan menjual cupcakes untuk membantu biaya pengobatan adiknya. Ia pun belajar membuat kue, padahal saat itu usianya masih empat tahun. Namun, tekadnya yang kuat membuat bakat memasaknya semakin berkembang.

Walaupun Leah kecil saat itu merasa bahwa menjual cupcakes adalah kebaikan yang hanya mampu ia lakukan, ia mendapatkan hasil yang tidak terduga. Leah justru mendapatkan penghargaan Tunku Bainun Young Changemakers Awards 2015, sebuah penghargaan untuk anak-anak yang berpotensi membawa perubahan di Malaysia.

Tidak berhenti sampai di situ, ia pun berhasil meluncurkan buku masakny sendiri. Ia juga diundang ke Cake Boss, acara TV Malaysia yang dipandu oleh koki selebriti terkenal Buddy Valastro.

Kini, Adele sudah sembuh dari sakitnya, tapi Leah tidak berhenti berkarya melalui kue panggangannya. Ia tetap memanggang kue dan menjualnya. Uang hasil penjualannya diberikan kepada siapapun yang membutuhkan.

2 dari 2 halaman

Acara Peluncuran Buku

Seorang ibu yang mendampingi anaknya menghias kue saat acara peluncuran buku Leah Choy. (dok. Liputan6.com/Esther Novita Inochi)

Dalam acara peluncuran bukunya di Gandaria City, Leah tidak hanya berbicara tentang bukunya. Ia justru memberikan live-cooking cara membuat cupcake cokelat.

Langkah demi langkah dalam membuat cupcake cokelat pun ia jelaskan. Bahkan rahasia dalam memanggangnya ia beberkan.

“Kalau mau memecahkan telur, jangan di mangkok. Pecahkan di mejanya, biar kulit dalamnya tidak retak,” ungkap Leah sambil memeragakan cara membuat cupcake.

Leah pun menunjukkan bagaimana caranya membuat krim pastri sebagai topping cupcake-nya. Hasil krim pastri tersebut ia buat dalam tiga warna, yakni merah, biru dan kuning.

Peluncuran buku tersebut dihadiri oleh undangan yang membawa anak-anaknya. Mereka pun diberikan waktu untuk berkreasi membuat topping di atas cupcake dengan krim pastri yang sudah tersedia dengan didampingi orangtuanya. Berbagai macam bentuk dan bunga pun dibuat sebagai topping cupcake tersebut.

Buku dengan tebal 84 halaman tersebut mengekspresikan kreativitas, keunikan dan imajinasi Leah. Bagian isinya yang berwarna-warni dan memiliki desain yang lucu membuat buku ini cocok untuk dibaca oleh anak-anak. “Tidak ada yang mustahil saat kebaikan datang dari hati,” tutup koki yang berulangtahun ke-10 di hari peluncuran bukunya. (Esther Novita Inochi)

Saksikan video pilihan di bawah ini: