Garut – Bila selama ini Anda mengenal biji kopi matang berwarna merah seperti buah ceri, tidak demikian halnya di Garut. Petani setempat mengembangkan kopi biji kuning yang dinilai sebagai salah satu unggulan di Garut.

“Kopi kuning ini keunggulanganya lebih tinggi dari arabika. Kkeduanya tahan penyakit dan harum kopinya lebih tajam,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Beni Yoga, di Garut, dilansir Antara, Senin (28/1/2019).

Ia mengungkapkan, selama ini kopi biji kuning baru ditanam di kawasan hutan Cisurupan, Cikajang, dan Cikandang dengan luas lahan sampai 100 hektare. Harga jual kopi tersebut, sambung dia, lebih tinggi dibandingkan jenis kopi lainnya yang siap seduh.

“Harganya yang siap seduh Rp 85 ribu sampai Rp 100 ribu per kilo,” katanya.

Ia menyatakan pemerintah daerah akan berupaya mengembangkan potensi unggulan kopi khas Garut yang saat ini permintaan di pasaran cukup tinggi. Salah satunya dengan menambah luas lahan kopi biji kuning di Garut.

Langkah lainnya adalah akan segera mensertifikasi kopi hasil produksi petani dari Kementerian Pertanian agar penjualannya bisa meluas untuk diekspor ke berbagai negara.

“Nanti Kementerian Pertanian akan mengeluarkan sertifikat sebagai kopi ciri khas Garut yang siap dijual ke pasaran,” ujarnya.

Ia menuturkan, Kabupaten Garut memiliki banyak jenis hasil perkebunan, termasuk kopi di antaranya kopi biji kuning yang baru dibudidayakan oleh sebagian petani di beberapa kecamatan.

Kopi biji kuning itu, ujar dia, merupakan varietas unggulan di Garut yang saat ini penjualannya akan diperluas ke berbagai daerah di Indonesia, bahkan ke luar negeri.

“Kopi kuning ini kalau sudah dapat sertifikat boleh keluar (dijual), ke luar negeri,” katanya.

Ia menyampaikan, sertifikat tersebut untuk menjaga keaslian induk tanaman kopi biji kuning yang selama ini banyak tumbuh dengan hasil bagus di Kabupaten Garut, yang dinilai bahkan lebih bagus daripada jenis kopi arabika.

Saksikan video pilihan berikut ini: