Depok – Jelang perayaan Imlek yang tahun ini jatuh pada Selasa, 5 Februari 2019, beragam pernak-pernik pun mulai dijajakan dan laris terjual. Salah satu yang tak pernah absen adalah kue keranjang.

Salah seorang warga Cinere, Kota Depok, Yanti, mengaku selalu memesan kue keranjang di momen Tahun Baru Cina. “Itu sudah jadi salah satu makanan khas pada perayaan tersebut. Makanan ini memang sudah jadi tradisi yang harus ada,” katanya dilansir Antara, Senin (28/1/2019).

Kue keranjang juga disebut ‘Nian Gao’ atau Kue Cina. Kudapan itu ditujukan sebagai hidangan untuk menyenangkan Dewa Tungku (Cau Kun Kong). Tujuannya agar dewa membawa laporan yang menyenangkan pada Raja Surga (Giok Hong Siang Te).

Selain itu, bentuknya yang bulat bermakna agar keluarga yang merayakan Imlek dapat terus bersatu, hidup dalam kerukunan dan bulat tekad dalam menghadapi segala probematika yang menghadang.

Ia menambahkan, kue yang terbuat dari beras ketan dan gula ini dapat disimpan dalam kurun waktu lama dan bisa langsung disajikan. Dengan dijemur, kue keranjang dapat jadi keras seperti batu, namun lebih awet.

“Tapi, setelah keras, dapat diolah terlebih dahulu dengan digoreng menggunakan tepung dan telur ayam dan disajikan hangat-hangat,” katanya. Kue keranjang juga dapat dijadikan bubur dengan cara dikukus, lalu ditambahkan bumbu-bumbu kesukaan.

2 dari 2 halaman

Harga Kue Keranjang

Ada makna yang tersirat dari hadirnya kue keranjang di tiap perayaan Imlek. (Liputan6.com/Fajar Eko Nugroho)

Produsen Kue Keranjang Ny Lauw Tangerang, Provinsi Banten, Ibu Iin menuturkan seringkali mendapat pesanan kue keranjang hingga luar provinsi seperti Jawa Barat dan DKI Jakarta, terlebih di momen Imlek.

“Pembuatan kue keranjang ini memang sedikit rumit. Tujuannya mendapatkan rasa maupun tekstur yang bagus,” katanya. Saat ini, ia menjual tiga varian rasa kue keranjang, yaitu original, durian, dan cimpedak. Kue ini dipasarkan dengan harga antara Rp 53 ribu hingga Rp 68 ribu per kilogram.

Saksikan video pilihan berikut ini: