Liputan6.com, Jakarta – Seiring berjalannya waktu, tren resepsi pernikahan mengalami banyak perubahan. Tidak terkecuali saat ini, kedua mempelai cenderung memilih untuk merayakan momen bahagia bersama keluarga dan orang-orang terkasih dengan mengusung konsep simpel.

“Klien-klien kebanyakan suka sama konsep yang lebih simpel, intimate wedding yang digarap 160-300 undangan. Mereka nggak suka yang terlalu ramai, lebih intimate dan makan di meja,” jelas Timothy Augustian, Personal Assistant Sausalito Wedding Organizer kepada Liputan6.com, baru-baru ini.

Timothy menambahkan konsep simpel sendiri lebih kepada jalan acara dan langsung melaksanakan resepsi. Sedangkan, lebih banyak acara di pagi hari serta tradisi saat ini sudah tidak banyak dilakukan dan bahkan dilewatkan.

Sausalito Wedding Organizer menyediakan dua pilihan untuk pelaksanaan resepsi yakni On D-Day dan wedding planner. Meski sama, namun wedding planner lebih pada concepting hingga budgeting pelaksanaan resepsi.

“Kita membantu pengantin yang sibuk kerja atau nggak ada waktu untuk mengurusinya, arrange jadwal dan ketemuan dengan klien,” tambahnya.

Sementara, On D-Day tidak membantu concepting atau budgeting dan dilakukan oleh pengantin. Penyedia jasa hanya memberi konsultasi dan rekomendasi vendor terbaik serta kelebihan dan kekurangannya.

“Biasanya pilih salah satu dan lebih banyak On D-Day karena kalau On D-Day kita meeting empat bulan sebelum hari H pernikahan tapi kalau hari H di 2020, deal-nya di 2019 kita tetap membuatkan grup chat dan tetap bisa konsul. Kebanyakan On D-Day karena bisa konsul,” tutur Timothy.

Saksikan video pilihan di bawah ini: