Liputan6.com, Jakarta – Naik gunung tentu bukanlah aktivitas luar ruang yang asing bagi tak sedikit orang. Namun demikian, cukup banyak pula yang baru ingin mencoba kegiatan katanya bikin ketagihan ini. Jadi, melakukan ragam persiapan kemudian jadi agenda wajib.

Mulai dari secara fisik, sampai berkenaan dengan barang bawaan, persiapan-persiapan ini tak bisa disepelekan, lantaran bersentuhan dengan faktor keselamatan. Menurut tiga pendaki, berikut sederet preparasi yang jangan sampai tak dilakukan.

Mental

Menurut Mohamad Faqih Satrio, mantan anggota aktif Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Caterva Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta, naik gunung bukan semata wisata. Jadi, kesiapan mental sudah semestinya dilakukan.

“Di sana (gunung) kita dituntut mandiri dalam melakukan hal apapun. Karna banyak orang yang fisiknya bagus, tapi nggak bisa sampai puncak. Mental yang ngebantu nguatin kita sampai ke puncak gunung,” katanya lewat pesan singkat pada Liputan6.com, Jumat, 25 Januari 2019.

Pengetahuan tentang gunung yang bakal didaki

Anggota Bumipala Mapala MMTC pada 2012-2015, Hazmi Iskandar menjabarkan. sebelum yang lain, pengetahuan umum tentang gunung hendak didaki mesti dipersiapkan. “Tahu kondisi medannya seperti apa, jalurnya lewat mana,” tuturnya lewat pesan singkat pada Liputan6.com, Jumat, 25 Januari 2019.

Faqih menambahkan, pengetahuan ini sebaiknya dilengkapi setiap ingin naik gunung. “Karena beda gunung, beda kulturnya. Otomatis beda persiapannya,” jelas lelaki yang kini berprofesi sebagai jurnalis tersebut.

Fisik

Kemudian, persiapan lain yang tak kalah penting adalah fisik. Karena bagaimanapun, apa-apa yang dilakukan saat mendaki adalah tentang kekuatan tubuh. “Buat yang jarang olahraga, 2 bulan cukuplah bangun fisik untuk naik gunung,” tutur Faqih.

Disetujui Ami, sapaan akrab Hamzi, latihan ini dimaksudkan membiarkan tubuh terbiasa sebelum menempuh medan, apalagi yang cukup berat, saat naik gunung. Di samping itu, istirahat cukup dan makan makanan sehat juga disarankan.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Barang Bawaan yang Mesti Dipersiapkan Sebelum Naik Gunung

Pendaki menuju puncak Gunung Slamet. (Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Lalu, persiapan selanjutnya yang tak kalah penting adalah barang bawaan, baik untuk diri sendiri maupun tim. Untuk pakaian, Ami menyarankan yang nyaman untuk naik gunung, mengingat cuaca bisa terik di siang hari dan dingin saat malam.

Salah seorang pendaki lain, Mosses Nazaret Sinuraya, menjabarkan barang apa saja yang biasa ia siapkan. “Pesonal macam sepatu, jaket, buff/sapu tangan/syal, sarung tanga, kacamata, kaus kaki, sleeping bag, matras, permen/coklat/gula merah/madu, senter, dan jas hujan,” paparnya lewat pesan singkat pada Liputan6.com, Jumat, 25 Januari 2019.

Kemudian, lelaki sempat sampai di puncak Rinjani itu menambahkan barang bawaan tim yang mesti dipersiapkan. Mereka adalah tenda, logistik berupa makanan yang bisa didiskusikan apa saja, tisu basah dan tisu kering, trash bag, sunblock, kompor, dan nesting.