Liputan6.com, Jakarta – Akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Gowa, Sulawesi Selatan, sejak Senin, 21 Januari 2019, pintu air Bendungan Bili-Bili tak lagi mampu menampung besarnya debit air. Untuk menghindari dampak lebih besar, pintu air pun dibuka dan mengakibatkan banjir bandang.

Ribuan warga Gowa terdampak. Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, menyebut 2.121 orang mengungsi di 13 titik pengungsian.

Tak hanya membuat tak sedikit orang mengungsi, banjir bandang dan longsor juga menyebabkan 20 jiwa melayang. Salah satu korbannya masih bayi, sementara seorang balita lelaki bernama Akram Al Yusran (3) meninggal akibat kedinginan.

Tidak hanya korban banjir yang sibuk menyelamatkan diri, para pejabat daerah juga tak tinggal diam. Selain Bupati dan Wakil Bupati Gowa, terselip satu sosok cantik yang aktif menenangkan para korban. Ialah Priska Paramita, istri Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan.

Perempuan jebolan Indonesian Idol 2010 itu terlihat sibuk mendatangi para pengungsi di berbagai titik. Mengenakan jilbab hitam dan blazer batik panjang, ia menemani suaminya bercakap-cakap dengan pengungsi di Kecamatan Patalasang, Gowa, sejak siang hingga lepas magrib, Rabu, 23 Januari 2019.

Raut wajah Priska tak bisa menahan kesedihan saat menghibur ibu yang sedang menggendong bayinya. Ia juga membantu seorang pengungsi banjir yang sedang membersihkan sejumlah ijazah mereka yang basah dan berlumpur.

Kedua anak ibu itu, kata Priska, masih trauma dan takut pulang ke rumah karena was-was banjir akan datang lagi. Ia juga terjun langsung melihat kondisi pematang yang banjir. Mengenakan sepatu bot hitam, ia terekam kamera sibuk menelepon.

Lewat keterangan pemilik akun Instagram @syahraeni_hariss, perempuan yang akrab disapa Pika itu ternyata sedang berbagi tugas dengan Adnan. “Yang satu koordinasikan tentang bantuan, satunya koordinasi tentang evakuasi,” tulisnya.

Dalam keterangan di akun Instagram @priskaparamita, ia menerangkan, para pengungsi membutuhkan matras, selimut, perlengkapan dan makanan bayi atau balita, makanan maupun bahan makanan, pakaian dalam, dan pakaian layak pakai. “Apapun sumbangannya Insya Allah dapat meringankan beban mereka,” tulis Pika.

Ia menambahkan, sumbangan bagi para pengungsi banjir Gowa dapat diantarkan langsung ke posko induk di Kantor Bupati Gowa. “Terima kasih atas seluruh perhatian, bantuan dan doa yang senantiasa teman-semua kirimkan untuk Kabupaten Gowa kami tercinta. Insya Allah Gowaku sehat dan gowaku kuat,” tulisnya.

Saksikan video pilihan berikut ini: